Iklan

Minggu, 30 Agustus 2026, 21.49 WIB
Last Updated 2026-08-30T13:49:37Z
DaerahDinas PertanianHeadlinePertanian

Anggota DPRD Bersama Distan Tinjau Sawah Kering Pongkeru



LUWU TIMUR — Musim kemarau yang berkepanjangan mulai mengancam ketahanan panen para petani di Desa Pongkeru, Kecamatan Malili. Pantauan di lapangan memperlihatkan lahan persawahan mulai mengering, bahkan tanahnya telah retak-retak. Kekhawatiran gagal panen pun mulai menghantui para petani.

Rudi, salah satu petani di Desa Pongkeru, mengaku sangat cemas melihat kondisi sawahnya yang semakin kering. Ia berharap pemerintah dan para wakil rakyat dapat segera turun tangan memberikan bantuan, agar tanaman padi mereka tetap terairi dan terhindar dari kegagalan panen.

Merespons kekhawatiran tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur, Firman Udding, bersama jajaran Dinas Pertanian didampingi Kepala Desa Pongkeru turun langsung meninjau kondisi lahan persawahan di Desa Pongkeru, Sabtu (29/8/2026). Kedua pihak datang bersama untuk memeriksa secara langsung dampak kekeringan dan mencari solusi nyata bagi para petani.

“Kami datang bersama Dinas Pertanian untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Saat ini kami sedang berkoordinasi erat guna merealisasikan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) Swakelola yang ditujukan bagi 10 kelompok tani di Desa Pongkeru. Program tersebut sudah memasuki tahap proses pelaksanaan,” ujar Firman Udding di lokasi tinjauan.

Selain IRPOM, Firman juga memprioritaskan program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang akan menyasar 4 kelompok tani di desa yang sama. “Nanti akan ada tim turun melakukan uji geolistrik guna memastikan kelancaran program ini. Mohon doanya agar proses ini berjalan lancar,” tambahnya.

Sebagai langkah cepat mengatasi kebutuhan air yang mendesak, politisi tersebut juga tengah berupaya mempercepat realisasi bantuan mesin celup bagi para petani.

Firman menegaskan, seluruh upaya ini dilakukan mengingat betapa mendesaknya ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di tengah musim kemarau yang berlangsung. “Program ini sangat penting untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau,” tegasnya.

Ia berharap anggaran yang dialokasikan untuk program-program irigasi tersebut dapat segera diproses dan direalisasikan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan para petani di lapangan.

“Harapan kita, anggaran untuk program ini dapat segera diproses dan direalisasikan, sehingga pelaksanaannya bisa secepatnya dilakukan di lapangan. Mengingat dampak kemarau panjang ini memang sangat dirasakan petani. Selain itu, saya juga mengajak warga petani untuk memperbanyak doa agar secepatnya turun hujan,” pungkas Firman Udding.

Sementara itu, Kabid Pertanian Raksan yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, membenarkan kesiapan program penanganan kekeringan. Ia menyatakan pemerintah telah menyiapkan solusi melalui bantuan irigasi.

“Terkait lahan pertanian yang mengalami kekeringan, kami telah menyiapkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) melalui anggaran APBN untuk mengatasi permasalahan tersebut,” jelas Raksan.(hae)