BELOPA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, S.E. secara resmi membenarkan telah diterimanya surat permohonan dari Asosiasi Welder Luwu Raya (AWLR). Surat yang berisi permintaan penyelenggaraan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut kini sudah diproses dan diteruskan ke tahap selanjutnya.
Hal itu dikonfirmasi melalui pesan singkat kepada awak media, Rabu (29/4/2026).
"Sudah didisposisikan ke Komisi terkait," ujar Ahmad Gazali, S.E. Singkat namun tegas.
Respon ini menjadi angin segar bagi para juru las yang selama ini merasa terpinggirkan. Langkah DPRD ini menandakan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal, didengar dan ditindaklanjuti secara administratif.
Sebelumnya diberitakan, Asosiasi Welder Luwu Raya mengambil langkah strategis mengajukan RDP guna mencari solusi atas persoalan yang terjadi. Langkah ini diambil lantaran pihak asosiasi merasa sangat dirugikan dengan kebijakan yang diduga diterapkan oleh PT Davidi, kontraktor yang menangani proyek infrastruktur tangki milik PT Masmindo Dwi Area (PT MDA) di Kecamatan Latimojong.
Menurut mereka, perusahaan dinilai lebih memilih mendatangkan tenaga kerja juru las dari luar daerah, padahal potensi dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) asli Luwu Raya sudah tersedia dan siap bekerja.
Ketua Pendiri Asosiasi Welder Luwu Raya, Hirawan, menyampaikan kegelisahannya. Ia menegaskan, di tengah upaya mencari solusi, justru beredar kabar bahwa PT Davidi kembali akan melakukan seleksi atau Medical Check Up bagi 16 tenaga kerja baru yang didatangkan dari luar wilayah.
"Informasi dari teman-teman, ada lagi 16 tenaga kerja yang direkrut PT Davidi untuk mengerjakan proyek tangki ini. Ini sudah keterlaluan, kami betul-betul tidak dianggap ada," ungkap Hirawan dengan nada kecewa.
Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap disposisi dari Ketua DPRD ini segera ditindaklanjuti oleh Komisi terkait agar Rapat Dengar Pendapat dapat segera digelar.
"Kami berharap segera dilakukan RDP di DPRD Kabupaten Luwu demi keadilan dan nasib teman-teman welder lokal," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih menunggu dan mencari kontak untuk konfirmasi resmi ke pihak manajemen PT Davidi maupun PT MDA terkait kebijakan rekrutmen yang diterapkan.
Laporan: Haeruddin