Iklan

Rabu, 18 Maret 2026, 11.16 WIB
Last Updated 2026-03-18T03:17:03Z
ANSORDaerahPEMDES

Ansor Kritik Pemerintah Desa di Maros

MAROS - Sejumlah pemuda menyampaikan kritik terhadap kondisi Pemerintahan Desa Tellumpanuae yang dinilai berjalan tanpa kepemimpinan yang kuat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Gebyar Ramadhan bagi Generasi Muda yang digelar di Desa Tellumpanuae, Kecamatan Mallawa, pada Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh para pemuda dan masyarakat tersebut menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk melatih anak-anak serta membahas berbagai persoalan sosial dan pembangunan desa.

Tokoh Pemuda Desa Tellumpanuae Al Aksarin, mengatakan bahwa desa seharusnya menjadi tempat tumbuhnya harapan dan kemajuan masyarakat. 

Namun kenyataanya, ketika kepemimpinan tidak berjalan sebagaimana mestinya, desa justru berubah menjadi ruang yang kehilangan arah, tambahnya.

“Ketika kepemimpinan tidak hadir secara nyata di tengah masyarakat, yang muncul adalah rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan publik” terang Wakil Sekertaris PC GP Ansor Kabupaten Maros itu.

Desa tidak hanya membutuhkan jabatan kepala, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan yang benar benar bekerja, mendengar, dan bertindak untuk kepentingan rakyatnya, terang Alumni Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar itu.

Lanjut Al Aksarin menilai bahwa seorang pemimpin desa seharusnya mampu menjadi penggerak sekaligus pengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Desa tidak hanya membutuhkan pemimpin secara administratif, tetapi juga kepemimpinan yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, serta mampu menggerakkan aparat desa untuk bekerja secara maksimal,” jelasnya.

Senada dengan hal itu Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Mallawa Irfandi, menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan desa agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Gebyar Ramadhan ini bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap pembangunan desa.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus ikut mengawal pembangunan desa agar berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Irfandi.

Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Pemuda Jawi-Jawi Abdullah menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

“Desa yang maju tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi oleh kepemimpinan yang mampu mengarahkan, menggerakkan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” terangnya.

Kegiatan Gebyar Ramadhan bagi Generasi Muda ini diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Mallawa, Ikatan Pemuda Jawi-Jawi, sebagai bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan.