Iklan

Rabu, 02 September 2026, 15.18 WIB
Last Updated 2026-09-02T07:18:55Z
DaerahDanau TempeDLHDLingkungan Hidup Daerah

Revitalisasi Danau Tempe Terhenti



WAJO — Pengerjaan revitalisasi Danau Tempe yang dimulai sejak 2018 sangat disayangkan harus terhenti. Dari rencana awal, pengerukan Danau Tempe disebut akan menghasilkan sekitar 36 pulau baru. Namun, hingga pekerjaan terhenti pada 2019, baru sekitar tiga pulau yang terealisasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, ST, MM. Menurutnya, program revitalisasi tersebut semula direncanakan berlangsung selama kurang lebih lima tahun untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan.

“Kalau tidak salah, dari rencana 36 pulau yang akan terbentuk melalui pengerukan, baru sekitar tiga pulau yang terealisasi. Sangat disayangkan kalau program sebesar ini tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Fakhrul menilai, jika revitalisasi tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana, manfaatnya akan sangat besar bagi Danau Tempe dan masyarakat di sekitarnya.

Pandangan itu juga tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya. Selain lulusan S1 Arsitektur dan S2 Magister Manajemen, Fakhrul juga pernah menempuh pendidikan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

Dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, ia melihat pengerukan dan penataan kawasan Danau Tempe bukan sekadar pekerjaan mengangkat sedimentasi, tetapi dapat menjadi bagian dari penataan kawasan danau secara terpadu dan berkelanjutan.

“Kalau dilihat dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, pengerukan danau yang dilakukan secara terencana dapat memberikan banyak manfaat. Selain mengembalikan fungsi badan air, material hasil pengerukan dapat dimanfaatkan untuk membentuk dan menata pulau-pulau baru yang kemudian dapat dikembangkan sebagai bagian dari kawasan ekowisata,” jelasnya.

Menurutnya, apabila dirancang berdasarkan kajian yang matang dan dikelola dengan baik, keberadaan pulau-pulau tersebut berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau, kawasan konservasi, habitat berbagai jenis satwa dan ikan, serta destinasi wisata berbasis lingkungan.

Di sisi lain, pengerukan yang dilakukan secara tepat juga diharapkan dapat membantu mengurangi pendangkalan akibat sedimentasi, memperbaiki fungsi perairan, menjaga keseimbangan ekosistem danau, serta mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari Danau Tempe.

“Seandainya ini dirampungkan, manfaatnya akan luar biasa. Tetapi tentunya harus dilakukan berdasarkan kajian teknis, lingkungan dan tata ruang yang matang agar revitalisasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi Danau Tempe,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap keberlanjutan revitalisasi Danau Tempe. Menurutnya, program yang telah dimulai tersebut perlu dikaji kembali dan, jika memungkinkan, dilanjutkan secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terpadu.

“Danau Tempe bukan hanya persoalan air dan ikan, tetapi juga menyangkut lingkungan, tata ruang, ekonomi, sosial dan masa depan masyarakat. Karena itu, penataannya harus dipikirkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.