PANGKEP – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Pangkep menjadi lebih bermakna dengan adanya penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkep. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, bersama Wakil Bupati Pangkep Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, M.I.Kom, secara resmi menyerahkan santunan dengan total nilai Rp126 juta kepada ahli waris peserta yang telah meninggal dunia.
Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris dari:
- Alm. Mubaraq (Rp. 42 Juta)
- Alm. Keni Tuppu (Rp. 42 Juta)
- Alm. M. Hattab (Rp. 42 Juta)
Acara penyerahan berlangsung khidmat di tengah rangkaian perayaan HUT Kabupaten Pangkep, yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga penerima manfaat. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam momentum ini menegaskan bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pangkep menyampaikan rasa duka cita sekaligus apresiasi atas peran BPJS Ketenagakerjaan. “Santunan ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja dan keluarganya. Kami berharap seluruh pekerja di Pangkep dapat segera mendaftarkan diri agar terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan. Momentum HUT ke-66 ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memperluas cakupan kepesertaan. “Kami berkomitmen memastikan setiap pekerja di Kabupaten Pangkep mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Santunan ini adalah hak peserta yang wajib kami berikan, dan kami berharap dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Dirangkaikan dengan HUT ke-66 Pangkep, kami ingin menegaskan bahwa perlindungan pekerja adalah bagian dari pembangunan daerah,” jelasnya.
Program Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat berupa santunan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia, sehingga keluarga tetap memiliki dukungan finansial di masa sulit. Penyerahan santunan ini sekaligus menjadi bukti nyata manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pekerja, baik formal maupun informal, untuk segera bergabung.
Dengan dirangkaikannya penyerahan santunan pada peringatan HUT ke-66 Kabupaten Pangkep, acara ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga pengingat bahwa perlindungan sosial adalah bagian integral dari pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(rls)